Menjelang Hari Raya Idul Adha, salah satu ibadah yang paling utama adalah menyembelih hewan qurban. Agar ibadah ini sah, sempurna, dan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT, proses penyembelihannya harus sesuai dengan syariat, termasuk dalam membaca doa.
Berikut adalah panduan lengkap bacaan doa menyembelih hewan qurban—baik untuk diri sendiri maupun saat mewakili orang lain—lengkap dengan penjelasan berdasarkan hadis dan panduan para ulama.
1. Doa Menyembelih Hewan Qurban untuk Diri Sendiri
Jika Anda menyembelih hewan qurban milik Anda sendiri, berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan:
Teks Arab
(Lihar di gambar)
Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aali sayyidina Muhammad. Bismillahi wallahu akbar, Allohumma minka wa ilaika, fataqobbal minni yaa kariim.
Artinya
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad. Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu. Terimalah dariku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
2. Doa Menyembelih Hewan Qurban untuk Orang Lain (Mewakili/Jagal)
Jika Anda bertindak sebagai jagal atau mewakili seseorang (shohibul qurban) yang memandatkan penyembelihannya kepada Anda, bacaannya adalah sebagai berikut:
Teks Arab
(Lihar di gambar)
Transliterasi
Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aali sayyidina Muhammad. Bismillahi wallahu akbar, Allohumma minka wa ilaika, fataqobbal min [...sebutkan nama pemiliknya...]
Artinya
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad. Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu. Terimalah kurban dari [nama pemilik kurban]."
3. Doa Tambahan (Kesempurnaan Qurban)
Di bagian bawah gambar, terdapat potongan ayat Al-Qur'an (QS. Al-An'am: 162-163) yang sangat baik dibaca setelah menyembelih sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah:
(Lihar di gambar)
Artinya: > "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."
Penjelasan Berdasarkan Hadis dan Pendapat Ulama
Membaca doa di atas bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki landasan syariat yang kuat dari hadis-hadis sahih dan fikih para ulama.
A. Anjuran Membaca Basmalah dan Takbir
Membaca Bismillahi wallahu akbar (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar) hukumnya wajib (menurut sebagian ulama) atau sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan menurut Mazhab Syafi'i) saat menyembelih.
Hal ini bersandarkan pada hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:
"Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas putih yang bertanduk. Aku melihat beliau menginjakkan kaki beliau di leher kambing tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir, kemudian beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri." (HR. Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966).
B. Landasan Kalimat "Minka wa Ilaika" (Dari-Mu dan Untuk-Mu)
Kalimat Allohumma minka wa ilaika merupakan pengakuan tauhid yang mendalam bahwa hewan qurban tersebut merupakan rezeki dari Allah, dan disembelih tulus hanya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Ini merujuk pada hadis riwayat Imam Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, ketika Nabi SAW hendak menyembelih domba qurbannya, beliau berdoa:
"Dengan nama Allah. Ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad."
Dalam riwayat Abu Dawud, disebutkan secara eksplisit bahwa Nabi SAW membaca:
"Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi... Ya Allah, sesungguhnya ini (qurban) adalah dari-Mu dan untuk-Mu, dari Muhammad dan umatnya. Bismillahi wallahu akbar." (HR. Abu Dawud).
C. Panduan Ulama Syafi'iyyah tentang Menyebut Nama Pemilik Qurban
Menurut Imam An-Nawawi (salah satu ulama besar mazhab Syafi'i) dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, disunnahkan bagi orang yang menyembelih untuk menyebutkan nama orang yang berqurban jika ia menyembelihkan milik orang lain.
"Disunnahkan membaca 'Bismillah, Allahumma taqobbal min [sebut nama]'. Jika ia tidak melafazkannya, kurbannya tetap sah asalkan sejak awal sudah ada niat di dalam hati untuk siapa hewan tersebut disembelih."
Kesimpulan & Adab Menyembelih
Selain melafazkan doa di atas dengan fasih dan penuh keikhlasan, pastikan Anda juga menjaga adab menyembelih hewan sesuai sunnah Nabi SAW:
Menghadapkan hewan ke arah kiblat (posisi lambung kiri hewan berada di bawah).
Menggunakan pisau yang sangat tajam agar tidak menyiksa hewan (sesuai HR. Muslim: "Hendaklah tajamkan pisau dan senangkanlah hewan sembelihan").
Memotong dengan cepat tiga saluran utama: tenggorokan (saluran napas), kerongkongan (saluran makanan), dan dua urat nadi di leher.
Sekian semoga bermanfaat.