Agar bisa memasuki surga dan mempersiapkannya, maka agar tidak salah langkah, dibutuhkan juga ilmu tentang neraka. Pada artikel berikut akan disebutkan nama-nama neraka, dan penyebab orang memasukinya.

Al-Qur’an menyebut beberapa nama neraka, di antaranya Jahannam, Jahim, Hawiyah, Saqar, Sa‘ir, Laza, dan Hutamah. Yang paling aman dalam menulisnya adalah: kita sebut nama-nama yang benar-benar ada dalam nash, lalu kita kaitkan dengan golongan yang disebut oleh ayat-ayat dan hadits secara langsung, tanpa berlebihan menetapkan rincian yang tidak ditegaskan.

1. Jahannam

Jahannam adalah nama neraka yang paling umum disebut. Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik berada di neraka Jahannam dan kekal di dalamnya. Allah juga memperingatkan bahwa kaum munafik berada pada tingkatan paling bawah dari api neraka. Ini menunjukkan bahwa kekafiran dan kemunafikan adalah sebab terbesar yang menyeret seseorang ke dalam neraka.

Dalil Al-Qur’an:

  • QS. Al-Bayyinah 98:6 — orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan musyrikin diancam dengan neraka Jahannam
  • QS. An-Nisa’ 4:145 — “Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.” 

2. Jahim

Jahim menggambarkan neraka yang menyala-nyala dan ditampakkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat. Ayat ini mengaitkan Jahim dengan al-ghawin, yaitu orang-orang yang menyimpang dari jalan Allah, mengikuti kesesatan, dan menolak petunjuk.

Dalil Al-Qur’an:

  • QS. Asy-Syu‘ara 26:91 — “Dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat.” 

3. Hawiyah

Hawiyah disebut sebagai tempat kembali bagi orang yang ringan timbangan kebaikannya pada hari kiamat. Maknanya sangat menggetarkan: seseorang datang pada hari hisab, tetapi amal baiknya tidak cukup menyelamatkan dirinya.

Dalil Al-Qur’an:

  • QS. Al-Qari‘ah 101:8-11 — orang yang ringan timbangan kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah Hawiyah, yaitu api yang sangat panas. 

4. Saqar

Saqar dikaitkan dengan orang yang keras kepala terhadap ayat-ayat Allah, lalu menolak kebenaran dengan sombong. Dalam konteks ayat, ia berpikir, bermuka masam, berpaling, menyombongkan diri, lalu berkata bahwa wahyu hanyalah ucapan manusia. Karena itu Allah berfirman, “Kelak Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.”

Dalil Al-Qur’an:

  • QS. Al-Muddatsir 74:22-26 — orang yang berpaling dengan sombong dan merendahkan wahyu diancam masuk Saqar

5. Sa‘ir

Sa‘ir berarti api yang dinyalakan dengan hebat. Al-Qur’an menyebut bahwa Allah telah menyediakan rantai, belenggu, dan Sa‘ir bagi orang-orang kafir. Jadi, kekafiran kepada Allah dan penolakan terhadap kebenaran adalah sebab utama seseorang diancam dengan Sa‘ir.

Dalil Al-Qur’an:

  • QS. Al-Insan 76:4 — “Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala.” 

6. Laza

Laza adalah api yang bergejolak hebat. Al-Qur’an menjelaskan bahwa ia “memanggil orang yang membelakangi dan berpaling”, serta orang yang mengumpulkan harta lalu menyimpannya. Ini bukan sekadar bicara tentang punya harta, tetapi tentang hati yang berpaling dari Allah, bakhil, dan menjadikan harta sebagai sesembahan hidup.

Dalil Al-Qur’an:

  • QS. Al-Ma‘arij 70:15-18 — Laza memanggil orang yang berpaling dari agama dan menimbun harta. 

7. Hutamah

Hutamah berarti penghancur. Dalam Surah Al-Humazah, Hutamah dikaitkan dengan orang yang gemar mengumpat, mencela, menumpuk harta, dan merasa hartanya dapat membuatnya kekal. Ini peringatan keras bagi orang yang lisannya menyakiti orang lain dan hatinya dipenuhi cinta dunia.

Dalil Al-Qur’an:

  • QS. Al-Humazah 104:1-4 — ancaman bagi pengumpat, pencela, dan penimbun harta bahwa ia akan dilemparkan ke dalam Hutamah

Hadits-hadits yang Menjelaskan Sebab Orang Terjerumus ke Neraka

Rasulullah ? mengingatkan bahwa neraka dikelilingi oleh syahwat, sedangkan surga dikelilingi oleh hal-hal yang berat bagi jiwa. Maknanya, jalan ke neraka sering tampak mudah, enak, dan memanjakan hawa nafsu; sementara jalan ke surga menuntut sabar, taat, dan menahan diri.

Nabi ? juga menyebut bahwa neraka menjadi tempat bagi orang-orang yang sombong dan sewenang-wenang. Dalam riwayat lain, beliau bersabda bahwa penghuni neraka adalah setiap orang yang keras, kasar, angkuh, dan takabur. Jadi, salah satu pintu besar menuju neraka adalah kesombongan, terutama saat seseorang menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

Ada pula hadits yang sangat keras peringatannya tentang dua golongan penghuni neraka: orang-orang yang menzalimi manusia dengan cambuk-cambuk kekuasaan, dan wanita yang berpakaian tetapi telanjang, condong kepada maksiat dan mengajak kepada maksiat. Hadits ini menunjukkan bahwa kezaliman, penyalahgunaan kekuasaan, dan membuka jalan fitnah adalah sebab berat yang bisa mengantarkan kepada neraka.

Pelajaran Inti dari Nama-Nama Neraka

Jika diringkas, ayat-ayat dan hadits di atas menunjukkan beberapa sebab besar yang menyeret manusia ke neraka:
kufur, nifaq, kesesatan, kesombongan, meremehkan wahyu, mengikuti syahwat, kezaliman, lisan yang gemar mencela, serta cinta harta yang membuat lalai dari Allah.

Karena itu, mempelajari neraka bukan untuk membuat hati putus asa, tetapi agar hati menjadi takut, sadar, lalu kembali taat. Orang yang takut kepada ancaman Allah akan lebih mudah menjaga lisannya, menahan syahwatnya, membersihkan hartanya, memperbaiki akidahnya, dan memperbanyak taubat. Bahkan untuk kaum munafik pun, Al-Qur’an masih membuka pintu kembali bagi yang benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri.